Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya.
ini pertama kalinya saya nulis blog dan pertama kalinya saya nge-blog kaya
gini Untuk blog pertama
ini saya bakalan ngebahas tentang film yang berjudul “ The Imitation Game “
saya akan jelasin synopsis dan sedikit cerita dari film tersebut
The
Imitation Game adalah sebuah film bergenre biographical-historical-thriller
yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Alan Turing: The Enigma"
karya Andrew Hodges. Film dan buku ini diangkat dari kisah nyata Alan Turing,
seorang profesor dan Ahli Matematika di Inggris dan penemu mesin Turing (bentuk
awal sebuah komputer) yang memiliki kehidupan pribadi yang kontroversial pada
saat itu.
Sinopsis dari film The
Imitation Game
Seperti yang tercatat di buku pelajaran sejarah, pada tahun 1939 terjadi Perang Dunia II antara Jerman dan Sekutu. Seorang profesor matematika, Alan Turing, melamar pekerjaan di Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk membantu memenangkan perang. Salah satu strategi yang ditempuh untuk memenangkan perang adalah dengan memecahkan kode enkripsi Enigma, alat komunikasi Jerman.
Enigma adalah salah satu teknologi
tercanggih dan sulit dipecahkan saat itu. Enigma mengirim pesan melalui
gelombang radio yang bisa didengar oleh semua orang yang mempunyai alat
penangkap gelombang. Namun semua pesan yang terdengar tak bermakna karena telah
dienkripsi. Hanya orang yang tahu pengaturannya saja yang bisa mengurai makna
pesan yang terkirim. Dari jumlah motor dan kabel yang terdapat di Enigma, Hugh
Alexander (diperankan oleh Matius Goode), rekan kerja Alan,
memastikan ada 159.000.000.000.000.000.000 kombinasi pengaturan Enigma. Mereka
harus mencobanya satu per satu. Namun sialnya kombinasi pengaturannya selalu
berganti setiap hari, tepatnya setiap pukul 12 malam. Sebuah pekerjaan yang
mustahil diselesaikan dengan kecepatan manusia tentunya. Oleh karena itu, Alan
Turing memiliki gagasan untuk menciptakan sebuah mesin yang berfungsi
mendeskripsikan kode Enigma yang berkali-kali lebih cepat dari kemampuan
manusia.
Pada awalnya, semua orang menganggap
gagasan Alan mustahil diwujudkan. Selain memerlukan pembiayaan yang sangat
mahal dan waktu pengerjaan yang lama, semua orang menganggap usaha Alan
hanyalah sebuah usaha yang sia-sia sedangkan korban perang terus berguguran.
Selain memiliki gagasan yang tidak biasa, Alan juga dikenal memiliki
kepribadian aneh.
Alan sangat individualis dalam
bekerja dan tanpa basa-basi saat bicara dengan siapapun. Sempat beberapa kali
bersitegang dengan rekan kerjanya dan beberapa kali mendapat ancaman akan
dipecat oleh Komandan Danniston (diperankan oleh Charles Dance)
sampai akhirnya seorang gadis bernama Joan Clarke (diperankan oleh Kiera
Knightley--salah satu aktris favorit saya yang wajahnya mengingatkan pada
salah satu dosen saya) bergabung dalam tim.
Joan adalah satu-satunya anggota tim
yang bisa akrab dengan Alan. Ketika tak seorang pun bisa terkoneksi dengan
Alan, Joan malah menjadi satu-satunya orang yang bisa terkoneksi dengannya.
Pada akhirnya Joan yang membantu mengakrabkan Alan dengan rekan-rekan kerjanya,
kemudian mereka menjadi tim yang sangat kompak.
Singkat cerita, tim Alan Turing
berhasil memecahkan kode Enigma dan berhasil membantu Kerajaan Inggris
memenangkan perang. Setelah perang berakhir, tiap-tiap anggota tim kembali ke
pekerjaan masing-masing, sebagian besar dari mereka kembali mengajar di kampus,
termasuk Alan Turing. Tak seorang pun masyarakat di luar mengetahui tim pemecah
kode Enigma dan jasa-jasa besar mereka dalam membantu memenangkan perang.
Hingga di tahun 1951, Alan ditangkap
polisi dengan dakwaan melakukan tindakan tak senonoh (hubungan intim sesama
pria). Berdasarkan keputusan pengadilan, Alan harus menjalani terapi pengobatan
untuk menghilangkan kecenderungan homoseksualnya. Berdasarkan gambaran dalam
film, terapi ini sangat menyiksa. Dua tahun kemudian dikabarkan Alan Turing
bunuh diri di rumahnya. Alan Turing, seorang pahlawan perang Inggris yang tidak
pernah diakui jasanya sampai akhir hayatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar