Rabu, 05 Oktober 2016


Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya. ini pertama kalinya saya nulis blog dan pertama kalinya saya nge-blog kaya gini          Untuk blog pertama ini saya bakalan ngebahas tentang film yang berjudul “ The Imitation Game “ saya akan jelasin synopsis dan sedikit cerita dari film tersebut

The Imitation Game adalah sebuah film bergenre biographical-historical-thriller yang diangkat dari sebuah buku berjudul "Alan Turing: The Enigma" karya Andrew Hodges. Film dan buku ini diangkat dari kisah nyata Alan Turing, seorang profesor dan Ahli Matematika di Inggris dan penemu mesin Turing (bentuk awal sebuah komputer) yang memiliki kehidupan pribadi yang kontroversial pada saat itu.
                 
Sinopsis dari film The Imitation Game


Seperti yang tercatat di buku pelajaran sejarah, pada tahun 1939 terjadi Perang Dunia II antara Jerman dan Sekutu. Seorang profesor matematika, Alan Turing, melamar pekerjaan di Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk membantu memenangkan perang. Salah satu strategi yang ditempuh untuk memenangkan perang adalah dengan memecahkan kode enkripsi Enigma, alat komunikasi Jerman.

Enigma adalah salah satu teknologi tercanggih dan sulit dipecahkan saat itu. Enigma mengirim pesan melalui gelombang radio yang bisa didengar oleh semua orang yang mempunyai alat penangkap gelombang. Namun semua pesan yang terdengar tak bermakna karena telah dienkripsi. Hanya orang yang tahu pengaturannya saja yang bisa mengurai makna pesan yang terkirim. Dari jumlah motor dan kabel yang terdapat di Enigma, Hugh Alexander (diperankan oleh Matius Goode), rekan kerja Alan, memastikan ada 159.000.000.000.000.000.000 kombinasi pengaturan Enigma. Mereka harus mencobanya satu per satu. Namun sialnya kombinasi pengaturannya selalu berganti setiap hari, tepatnya setiap pukul 12 malam. Sebuah pekerjaan yang mustahil diselesaikan dengan kecepatan manusia tentunya. Oleh karena itu, Alan Turing memiliki gagasan untuk menciptakan sebuah mesin yang berfungsi mendeskripsikan kode Enigma yang berkali-kali lebih cepat dari kemampuan manusia.


Pada awalnya, semua orang menganggap gagasan Alan mustahil diwujudkan. Selain memerlukan pembiayaan yang sangat mahal dan waktu pengerjaan yang lama, semua orang menganggap usaha Alan hanyalah sebuah usaha yang sia-sia sedangkan korban perang terus berguguran. Selain memiliki gagasan yang tidak biasa, Alan juga dikenal memiliki kepribadian aneh.
Alan sangat individualis dalam bekerja dan tanpa basa-basi saat bicara dengan siapapun. Sempat beberapa kali bersitegang dengan rekan kerjanya dan beberapa kali mendapat ancaman akan dipecat oleh Komandan Danniston (diperankan oleh Charles Dance) sampai akhirnya seorang gadis bernama Joan Clarke (diperankan oleh Kiera Knightley--salah satu aktris favorit saya yang wajahnya mengingatkan pada salah satu dosen saya) bergabung dalam tim.
Joan adalah satu-satunya anggota tim yang bisa akrab dengan Alan. Ketika tak seorang pun bisa terkoneksi dengan Alan, Joan malah menjadi satu-satunya orang yang bisa terkoneksi dengannya. Pada akhirnya Joan yang membantu mengakrabkan Alan dengan rekan-rekan kerjanya, kemudian mereka menjadi tim yang sangat kompak.

Singkat cerita, tim Alan Turing berhasil memecahkan kode Enigma dan berhasil membantu Kerajaan Inggris memenangkan perang. Setelah perang berakhir, tiap-tiap anggota tim kembali ke pekerjaan masing-masing, sebagian besar dari mereka kembali mengajar di kampus, termasuk Alan Turing. Tak seorang pun masyarakat di luar mengetahui tim pemecah kode Enigma dan jasa-jasa besar mereka dalam membantu memenangkan perang.

Hingga di tahun 1951, Alan ditangkap polisi dengan dakwaan melakukan tindakan tak senonoh (hubungan intim sesama pria). Berdasarkan keputusan pengadilan, Alan harus menjalani terapi pengobatan untuk menghilangkan kecenderungan homoseksualnya. Berdasarkan gambaran dalam film, terapi ini sangat menyiksa. Dua tahun kemudian dikabarkan Alan Turing bunuh diri di rumahnya. Alan Turing, seorang pahlawan perang Inggris yang tidak pernah diakui jasanya sampai akhir hayatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar